Why so silent?

why so silent?

Why so silent?

Assalamualaikum..

Tak terasa sudah setahun lebih saya tidak ngeblog. Begitu pun interaksi di sosial media, sangat jarang sekali saya lakukan walau hanya sekedar memberi komentar atau memperbaharui status facebook. Apalagi mencuit di Twitter, hampir tak pernah sejak lebih setahun lalu.

Tapi saya masih di sini, menulis di blog ini dan alhamdulillah dalam keadaan sehat walafiat.
Situasi serta kondisi memang mengharuskan saya untuk fokus pada beberapa hal dan memilih absen sejenak dari keriuhan dunia maya.

Salah satunya untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai anak dari seorang wanita luar biasa yang telah melahirkan, menjaga, merawat serta melimpahkan cinta dan kasih sayang kepada saya seumur hidupnya tanpa pamrih.

Saya mencoba mengisi lagi blog ini..
Walau masih dalam keadaan berduka di antara rasa rindu dan kenangan tentang mama yang baru berpulang menghadap Illahi pada 8 September 2018 lalu setelah dua tahun terbaring sakit.

Manusia hanya dapat berusaha namun segalanya Allah yang menentukan. Mama berpulang pada usianya yang ke- 84 tahun.

Sebagai salah satu anak almarhumah, saya memohon maaf sebesar-besarnya untuk mama. Kepada siapa saja yang mengenal mama dan kebetulan membaca tulisan ini – jika ada kesalahan tindak atau tutur kata dari almarhumah semasa hidupnya yang tidak berkenan di hati,  mohon beliau dimaafkan.

Melalui tulisan ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Kepada keluarga besar, sanak saudara, jiran tetangga, kerabat dan para sahabat yang telah memberikan dukungan dan doa terbaik buat mama selama masih dirawat hingga malam terakhir tahlilan.

Mama telah pergi namun kenangan tentangnya tetap abadi. Kini hanya doa kepada Illahi Rabbi yang bisa saya panjatkan semoga mama diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT.

Aamiin.

 


Tentang Blog.

Saya memutuskan membuka lembaran baru dengan melakukan install ulang dan hanya memasukkan satu postingan dari backup database yang merupakan postingan pertama pada blog ini. Postingan lain tidak ikut saya tampilkan karena pembahasannya sudah tidak relevan dan terlalu teknis.

Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung saya selama ini.

 

Salam,

Yulie

14 thoughts on “Why so silent?”

  1. Innalillahi wa innailaihi rojiun turut berduka untuk mbak atas kepulangan ibunda, semoga husnul khatimah. Aamiin, saya juga pernah hiatus setahun gak ngeblog, tapi habis itu jadi fresh lagi

    1. Makasih mbak Nurul, aku lagi perbaiki blog ini pelan-pelan. Masih suasana menenangkan diri karena baru kehilangan.

  2. Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un , semoga amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT.

    Memang mbak , kalau dunia nyata lebih sibuk menyibukkan daripada dunia maya.
    Fokus saja ke dunia nyata 😀

  3. Semoga almarhumah diampuni semua dosanya dan mendapat tempat yg terbaik ya mba.. Semoga juga keluarga yg ditinggalkan bisa selalu tabah dan sabar juga diberi kekuatan

  4. Peluk mba Yulie, semoga Almarhumah diberikan tempat yang terbaik, diampuni dosanya, aamiin.

    Dan semoga keluarga yang ditinggalkan khususnya mba Yulie diberi ketabahan, aamiin.

    Ya Allah, jadi kangen mama.
    Pas juga bacanya malam2 hiks

  5. Turut berduka cita mbak yulie. September sudah beberapa waktu lalu, tapi kenangan tentang ibu pasti masih kuat dan akan tetap kuat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *