Efek Menggunakan Script Anti Copy-Paste (Disable Right Click)

efek script anti copy-paste

Mengapa saya menulis tentang Efek Menggunakan Script Anti Copy-Paste ini?

Kemarin, secara kebetulan saya bertemu dengan seorang teman lama – seorang food blogger – di acara soft launching produk home industri milik tetangga.

Lama tak berjumpa, walo ditengah riuh keramaian, kami ngobrolin banyak hal.

Mulai dari sosmed yang makin gaduh karena perang kampret dan cebong, kisah orang digebukin ternyata hasil oplas, hingga ia mengeluh tentang trafik blognya yang dua bulan terakhir ini mengalami penurunan dengan persen bounce rate yang lumayan tinggi.

Melalui layar ponsel tampilan blognya cukup bagus dan berkesan profesional. Kontennya pun penuh dan beragam namun tetap fokus pada satu niche.

Navigasi menu dan pengaturan layout blog pun tertata dengan rapi. Ditambah dengan foto-foto penunjang postingan yang kinclong hasil jepretan kamera pengintai resolusi tinggi.

Nilai plus lainnya, blog sudah menggunakan domain sendiri, berplatform self-hosted dan menggunakan themes berbayar.

Saya jadi penasaran…
Lalu apa yang membuat bounce rate-nya tinggi?

Malam hari saya coba main ke blognya.
Di layar laptop tampilan blognya jauh lebih sempurna.

Dihiasi efek paralax, carousel yang maju mundur cantik, pop-up subscribe, video dan animasi flash pada postingan.

Ngiler saya liat blog sebagus ini.

Lanjutin scroll..scroll.. scroll ..

Ahaaa! Wait..
Ada resep emping balado!
Langsung auto girang karena resepnya sedikit berbeda dari yang biasa saya masak, bahan dan cara membuatnya.

Gak pake lama saya langsung buka notepad untuk menyalin resep favorit keluarga tersebut, lalu…

… lalu saya melongo, lha ini gimana kok fungsi bloking teks pada mouse gak berfungsi.

Dengan kata lain, resepnya gak bisa dicopy :'(
Masa iya saya harus ngambil pulpen dan kertas lagi trus nyatet manual? 😐

menu klik kanan
Menu pada klik kanan.

Saya coba buka resep lain.
Nah loh! membuka tautan pun gak bisa dengan cara klik kanan lalu open new tab seperti biasanya.

Mengunjungi suatu URL hanya bisa dengan cara klik langsung dan apabila ingin kembali ke halaman asal, harus menekan tombol back pada browser.

Asli ribet maliih.

Saya suudzon menduga, blog teman saya ini menggunakan salah satu plugin Anti Copy-Paste yang tujuannya memang untuk  ‘mematikan’ fungsi klik kanan pada mouse.

BACA JUGA :  Install WordPress Self-Hosted Localhost Di PC/Laptop

Penasaran saya coba kepoin page sourcenya.
Karena gak bisa melakukan view source melalui context menu klik kanan, maka saya langsung ketik di browser :

view-source:http://namadomaintujuan.com

Jreeng jreeng! yak pemirsah ternyata sesuai dugaan saya, ada salah satu plugin No Right Click yang mejeng.

js

Hiks.. sedih akutu gak bisa copy resep emping balado.
Setelah beberapa kali klik – back – klik – back.. akhirnya saya langsung close tab.
Hayati lelah dengan drama ini kak..

Mengapa menggunakan script Anti Copy-Paste?

Tujuannya cuma satu : untuk menghindari pencurian konten tulisan, gambar dan lainnya. Khususnya mencegah kegiatan copas dan simpan gambar.

Kita semua sepakat, pencurian konten ini memang ngeselin dan wajib jadi musuh bersama. Kita udah cape-cape nulis konten, edit gambar sana sini eh malah main comot aja tanpa permisi.

Jadi sangatlah wajar jika sebagian blogger atau pemilik website merasa perlu menggunakan script anti copy-paste.

Umumnya script-script anti copas yang ada menggunakan kode Javascript. Ada yang sudah berbentuk sebuah plugin atau masih dalam kode mentah yang harus disalin pada halaman html. Bisa juga dengan cara menambah layer berupa kombinasi beberapa jenis script seperti Javascript, jQuery dan rekayasa pada CSS.

Lalu kita pasti bertanya..

Apakah plugin anti copy-paste efisien melindungi konten dari pencurian?

Jawabannya.. Bisa YA bisa TIDAK.

YA – Untuk pengunjung emak-emak gaptek seperti saya. Ya benar! script itu efisien menggagalkan menyalin resep emping balado. Arrrrgh!

Tapi…

Plugin author

TIDAK – untuk orang-orang yang memang ‘niat’ dan ‘kerjaan’nya nyolong konten. Script atau plugin seperti itu malah jadi bahan tertawaan. Kalo pun dia kesulitan, malah membuatnya makin penasaran. Hempas datang lagi.. hempas datang lagi..

Banyak tutorial dan plugin browser yang dapat digunakan untuk mengatasi blog yang dilindungi script Anti-Copy Paste. Silahkan Googling aja deh, banyak banget.

Efek script anti copy-paste

 

Adakah cara lain mengatasi pencurian konten?

Secara teknis, apa yang bisa diakses lewat browser dan nampak di layar monitor anda semuanya bisa disimpan.
Pencurian konten bukan cuma dapat dilakukan dengan cara bloking teks lalu copy paste. It’s so yesterday.

Bahkan untuk membajak atau mengkloning sebuah blog secara utuh dapat dilakukan dengan mudah.
Salah satu cara yang paling mainstream dengan menggunakan feed si target. Hasilnya real time. Begitu artikel dipublish oleh target, secara otomatis konten tersebut juga tayang di web milik si tukang copas. Tapi cara ini  punya kelemahan jika pengaturan feed blog target diatur ringkas (summary).

BACA JUGA :  Install WordPress Self-Hosted Localhost Di PC/Laptop

Pros dan Cons menggunakan script Anti Copy-Paste.

Tertarik menggunakan script anti klik kanan untuk blog anda?
Mari kita bahas dulu kelebihan dan kelemahannya.

Pros

  1. Artikel sulit dicopy.
  2. Udah itu aja.

Cons

  1. Plugin atau script tidak sepenuhnya bisa melindungi. Pada dasarnya setiap yang bisa diakses lewat browser (gambar, teks dan lain-lain) telah tersimpan pada sebuah direktori cache. Selain itu banyak tersedia plugin browser untuk mencegah disabled right click. Bahkan pada beberapa browser modern sudah tersedia fitur reader view. Pada mode ini sebuah laman web ditampilkan hanya dalam bentuk laman text yang dapat dicopy.
  2. Pengunjung tidak nyaman. Untuk mencegah perbuatan usil 1 – 2 orang, pemilik blog tanpa sadar mengorbankan kenyamanan dan kemudahan pengunjung lainnya. Pengunjung menggunakan klik kanan untuk mempermudah, bukan untuk mencuri.
  3. Bounce Rate tinggi. Secara tidak langsung akan menyebabkan tingginya Bounce Rate. Pengunjung datang karena tertarik dan butuh informasi atau ingin membeli sesuatu yang anda tawarkan. Men-disable klik kanan hanya mempersulit pengunjung menjelajahi konten anda lebih dalam. Pengunjung yang kecewa akan segera meninggalkan blog anda. Kita semua tentu ingin yang mudah dan efisien, bukan yang ribet.
  4. Sulit terbaca mesin pencari. Apabila sembrono dan terjadi kesalahan meletakkan script saat menggunakan extra layer sebagai proteksi, search engine akan kesulitan membaca konten anda. No traffic = no money.
  5. Useless. Bahkan para blogger terkenal dan pelaku Internet Marketing sangat jarang sekali ada yang menggunakan script anti-copy, padahal konten mereka sangat berkualitas untuk dicolong. Neil Patel, Seth Godin, Backlinko bahkan Matt Cutts pun blognya bebas anda copas.


Mari kita baca juga beberapa komentar netijen.

((( netijen )))

Komentar

Sepertinya lebih banyak efek negatifnya ya?

Kembali ke kasus blog teman tadi..

Menurut saya pribadi, sebuah blog resep masakan seperti miliknya rasanya kurang tepat bila menggunakan content copy protection.
Begitu juga dengan blog yang ber-aroma “tutorial” sebaiknya tidak menggunakan script atau plugin anti copy-paste.

BACA JUGA :  Install WordPress Self-Hosted Localhost Di PC/Laptop

Mengapa?

Karena di dalamnya terdapat materi yang harus disalin oleh pengunjung. Trus gimana caranya pengunjung menyalin kode tersebut jika menggunakan plugin anti-copy?
Daripada ribet mending ke blog lain yang lebih simpel. Iye tak?

Begitu juga dengan blog resep masakan. Masa sih pengunjung harus nyatetin di kertas?

Pengunjung akan memilih close tab, kemudian mencari blog lain yang lebih “bersahabat”.

 

Kesimpulan dan saran dari emak-mak gaptek seperti saya…

  1. Menggunakan script anti-copy cenderung adalah tindakan “mengatasi masalah dengan masalah”. Apalagi diterapkan pada niche blog tertentu.
  2. Bila pernah mengalami pencurian konten, bukan berarti harus menjadi paranoid dan berprasangka buruk pada setiap pengunjung blog anda.
  3. Jika pun harus menggunakan no right click, saran saya, sebaiknya tidak digunakan pada bagian URL agar pengunjung bisa membuka laman dengan cara membuka sebuah tab baru. Atau sertakan atribute target=” _blank” agar link terbuka pada tab baru saat di-klik.
  4. Menggunakan kode disable right click tidak membuat blog anda terkesan canggih. Karena pada dasarnya script ini useless, tidak dapat melindungi konten dari tukang copas beneran. Blog para master yang mempunyai jumlah visitor jutaan pun gak main beginian. Secara logika mereka lah yang patut paranoid kontennya dicuri.
  5. Untuk meminimalkan pencurian gambar gunakanlah watermark atau set ukuran pixel dengan kualitas rendah sebagai sample gambar untuk gambar-gambar yang diperjual-belikan.
  6. Jangan lupa setting feed blog hanya menampilkan “Summary” (ringkas) dan berikan catatan pada footer.
  7. Search engine seperti Google semakin pintar mengetahui artikel asal, kapan dan siapa yang pertama sekali publish. date-published
  8. Cara paling mudah agar konten tidak dicuri adalah dengan tidak meletaknya di internet.

Sebagai penutup..
Menggunakan script anti-copy adalah hak masing-masing pemilik website. Tentu ada pertimbangan tersendiri menggunakan scrip anti-copy, terlepas dari perbandingan manfaat dan kerugiannya.

Tulisan ini hanya sebagai bahan pertimbangan sebelum anda memutuskan menggunakan script anti copy-paste, no right click, disable right click, content copy protection atau apalah namanya.

Bagaimana dengan pembaca, apakah blog anda menggunakan script anti-copy?
Silahkan tulis di kolom komentar ya.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

 

Sharing is Worrying Caring

16 thoughts on “Efek Menggunakan Script Anti Copy-Paste (Disable Right Click)”

  1. Sbnrnya utk blog yg berisi resep ato tutorial tp ga bisa dicopas, biasanya akua bakal screenshot hihihihi.. Toh tujuannya utk melihat resepnya, bukan utk di duplikasi.. Memang sih, yg plugin seperti ini ga bakal bisa melindungi dr hackers ato orng yg niatnya memang pgn nyolong. Toh segala sesuatu itu pasti ada plugin pembaliknya. Sama seperti para ahli membuat virus, tapi toh selalu ada anti virusnya kan 😀

    1. Iya sama, ku juga gitu kalo lagi males buka2 console. Tp ada jg plugin yang bikin disable screenshot kalo melalui hp. Ujung2nya ku close aja haha ribet.

  2. Pas banget baca ini disaat pingin pasang plugin disable right click, balik kanan aja deeh.. lagian kayanya gak ada yg mau copas blogku juga :)))

  3. Saya juga sebel banget mbak kalau ada blog yang tidak bisa di copas, tapi ya sudahlah masi banyak jalan menuju roma ya mbak 🙂

  4. Betul sekali mbak. Pernah saya jg nemuin blog yang pas mau dicopy lha ada peringatan disable right click. Jadi gondok saya heu3
    Tapi ada tips mengatasinya, saya pakai aplikasi Evernote dan ada fitur webclip namanya aplikasi Everclip (ada di iOS, entah kalau di playstore). Jadi saya bisa copy semua artikelnya dan tinggal hapus mana yg ga penting dan save poin2 yg mau dcopy saja.

  5. Mungkin karena sang blogger khawatir ada orang yg copy paste artikelnya maka dia memasang plugin anti right click. Lalu dia khawatir ada orang yang screen shot artikelnya, sehingga dia pasang plugin anti screenshot. Selanjutnya dia bakal khawatir orang lain mengingat tulisannya utk bisa ditulis ulang sehingga akhirnya dia mencari plugin anti ingat, semua pembaca blog setelah selesai membaca harus melihat cahaya penghilang ingatan spt di film Men In Black-nya Will Smith hahahahaha

  6. hai mba, akupun pernah demikian, inginnya cari informasi cepat malah tekt ga bisa di copy biar bisa aku save gitu loh, biasanya artikel resep atau tempat wisata, males ribet close aja cari web/blog lainnya yang gak pelit berbagi :))

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *